Antara Audi Q7 dengan Bang Mahmud


audi_q7_2007_800500

Aku punya temen neh, namanya Mahmud, dia orang kaya bangget, asli Semarang tapi muka mirip indo, kelamaan tertimbun di gula tepung  kali ( wah, donat dong..), ato waktu oroknya kelamaan berendem di Bayklin, sorry deng, maksudku emang dari kecil udah sering bolak balik keluar negeri, so what?? Ga nyambung kali…

Itu sekilas tentang si Mahmud, nah baru-baru ini dia cerita, bahwa nyokapnya baru aja dapet pembokat baru yang asalnya dari daerah Bandung Utara sana, orangnya sih lugu,centil, sering ngebanyol dan konyol, alias gokil abis deh…

Lanjut…

Si Mahmud baru aja balik dari luar negeri, katanya abis dari Barcelona, dari mulai menginjakkan kakinya di Bandara Soekarno- Hatta sampai duduk manis di balik kemudi Audi Q7 nya, ga ada sedikitpun gairah untuk menjalani hidup di negerinya ini, hanya rasa penat yang ia rasakan sepanjang perjalanan, dan di stop –an lampu merah, mendadak mukanya berubah, berasa  ada Malaikat mampir bisikin buat muter lagu favoritnya, mukanya sontak ceria, rasa cape, penat, seakan ilang seketika berganti dengan energi baru dan semangat yang membara, sambil jingkrak- jingkrak kecil, dia mulai menghidupkan tape di mobilnya, dan lagu “Mabok bae” khas panturaan pun bergema dengan full volume, (hah? ga salah tuh?? norak bangget deh…)

Gak kerasa, dia udah nyampe depan rumah nyokap tercintanya, diapun memarkirkan mobilnya dengan manis di halaman rumah mewahnya, di pintu rumah, sang nyokap menyambutnya dengan penuh kasih sayang.

“ Honey, ini pembokat baru kita, namanya Clara, dia udah tiga hari kerja sama mama”  kata nyokapnya ngenalin sang pembokat, Clara pun masang muka manis, dengan senyum centil dan mata kelilipan.

Kata si Mahmud “ Clara, cuci mobil gua yah..”, sang pembokat hanya ngasi anggukan kepala plus senyum centilnya, dan Clara pun serentak ngelaksanain tugasnya..

Singkat cerita….

Keesokan harinya…, si Mahmud udah siap mau ngacir ketemuan sama relasi bisnisnya, dengan penampilan kece, muka ceria, gambar bintang dua di atas kepalanya,dia pamit sama nyokap tercinta.

Beberapa saat kemudian…

“ Claraaaaaa……” sebuah teriakan yang mengguncangkan dunia akhirat meluncur dari mulut Mahmud, sang nyokap segera berlari ke garasi…

“ada apa sayang?” seru sang nyokap, dan ketika mata sang nyokap melirik ke bodi mobil, sontak  sang nyokap pingsan, baru sadar kembali waktu si Mahmud mijitin tombol remote.

Clara *dengan napas ngos-ngosan” :“ Iya den…”

Mahmud * dengan mukanya yang sangar *“ Liat! Lu apain mobil gua?”

Clara :“ kan disuruh cuci Den”

Mahmud :“ lu cuci pake apa?”

Clara : “ pake ini Den “  ( sang pembokat nunjukkin sebuah mangkok plastik berisi bubuk bata, sabun colek, plus sikat kawat buat gosokin mobil, maksudnya biar semua noda ilang)

Dan Mahmud pun pingsan, giliran sang nyokap ngambil remote dan mijitin tombolnya, Mahmud kembali bangun,matanya kembali melirik body mobil yang udah ganti warna, pingsan lagi, pijit tombol – bangun – ngelirik – pingsan, pijit tombol – bangun –  begitu seterusnya sampai kiamat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: